Kasus Pembelian Biji Timah, Agat Kembali Jalani Sidang

Kasus Pembelian Biji Timah, Agat Kembali Jalani Sidang

PANGKALPINANG- - Sidang kasus tindak pidana korupsi pembelian bijih timah yang mengandung slag /terak dengan terdakwa Agustino alias Agat anak dari Tjhie Soen Siong kembali bergulir di Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Selasa (2/3/21) kemarin.

Sidang yang dilaksanakan di tengah pandemi Civid-19 ini, Majelis hakim PN Pangkalpinang menghadirkan saksi saksi dari PT Timah yakni Kepala gudang baturusa dan Kabid akuntansi PT Timah yang juga dihadiri Tim Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Bangka, Benny CS dan Tim Penasehat Hukum terdakwa Agustino alias Agat, sementara terdakwa Agustino alias Agat tetap di Polres Bangka mengikuti secara virtual.

"Sidang pemeriksaan kepada saksi saksi dari yakni Kepala Gudang Baturusa dan Kabid Akutansi PT Timah. Untuk pelaksanaan sidang terdakwanya di Polres jadi via zoom, kalau JPU, PH dan Hakim semua di PN Pangkalpinang. Selanjutnya sidang akan digelar Kamis besok, " kata Beny Harkat kepada media, Rabu (3/3/21).

Diketahui sebelumnya, Agustino alias Agat yang merupakan bos timah asal Bangka Barat ini terjerat kasus korupsi pembelian bijih timah mengandung terak yang bertujuan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yaitu memperkaya diri sendiri sebesar Rp8.405.326.452, 16 (delapan milyar empat ratus lima juta tiga ratus dua puluh enam ribu empat ratus lima puluh dua rupiah dan enam belas sen), yang merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara yaitu telah merugikan PT TIMAH Tbk sebesar Rp.8.405.326.452, 16 (delapan milyar empat ratus lima juta tiga ratus dua puluh enam ribu empat ratus lima puluh dua rupiah dan enam belas sen) atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut.

Perbuatan Terdakwa Agustino alias Agat Anak dari Tjhie Soen Siong sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18  Undang-Undang  Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor  31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1)  Ke - 1 KUHP.

Nopri Babel

Nopri Babel

Previous Article

Kejati Bangka Belitung Tetapkan 10 Tersangka...

Next Article

Kajari Bangka Barat Hadiri Forum Koordinasi...

Related Posts

Peringkat

Profle

Yudha Pratama

Adhyaksa

Adhyaksa verified

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 9

Registered: Jul 9, 2020

Fikri Haldi

Fikri Haldi

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 0

Registered: Jul 9, 2020

Erwin

Erwin

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 0

Registered: Jul 9, 2020

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 0

Postingan Tahun ini: 0

Registered: Jul 9, 2020

Profle

Yudha Pratama

Masih Ingat Kasus Pembunuhan Istri Hamil yang Dikubur di Septic Tank, JPU Ancam Hukuman Mati

Follow Us

Recommended Posts

Praktisi Hukum: Survei Jangan Giring Opini Publik, Kejaksaan Sudah On the Track
Kejati Babel Dalami Kasus Fee 20℅ Proyek Rutin Di Dinas PUPR Babel, Ini Kata Aktifis Mahasiswa Pemerhati Korupsi
Leonard Eben Ezer: Kejaksaan Proses Pemberhentian Tidak Hormat Pinangki
Kejagung Tangkap Buronan Kasus Penipuan Senilai Rp3,1 Miliar
Penghargaan Kementerian PANRB, Kajati Babel Bangun Tugu Zona Integritas WBK & WBBM